Malaria Morbidity Prediction Scenario in Indonesia

Tria Anggita Hafsari, Yulinda Nurul Aini, Fuat Edi Kurniawan
| Abstract views: 1098 | views: 565

Abstract

Government’s commitment in eradicating malaria has been realized in Malaria elimination program. The program aims to reduce Malaria case to zero in 2030. Starting from 2011, Indonesia suffered a drop in API’s value from 1,75 to 0,84. Despite the numerous drop in Malaria cases, some regions are still suffering from large major outbreaks especially in eastern Indonesia. WHO declares that Indonesia is a country at risk of malaria, because of the high rates of malaria morbidity. The aims of this paper is to predict the trend of malaria morbidity with the API variable value of each province in Indonesia. The method used in this research is probabilistic method using extrapolation trends and ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) using variation percentage of training and testing data to obtain the best prediction method. Result of this article is API value scenario in Indonesia up to 2030. Based on the analysis result, the best method to predict the value of API is exponential growth method because it has the smallest MAPE value, which is 38.48 using 80% training data and 20% testing data. The prediction results show that from year 2018 to 2030, the value of API will decrease from 0.45 to 0.016.

Keywords

Malaria; Morbidity; Prediction; Probabilistic Method

Full Text:

PDF

References

Abidin, Z., Hernawan, D. (2010). Prevalensi Malaria Klinis dan Positif Plasmodium spp. Berdasarkan Mass Blood Survey di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Jurnal Aspirator Vol.2 No.1 Tahun 2010 : 84-91.

Chin, J. (2006). Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Jakarta : CV Infomedia.

Departemen Kesehatan RI. (1999). Epidemiologi Penyakit Malaria. Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

Departemen Kesehatan RI. (2006). Pedoman Surveilans Malaria. Ditjen PP dan PL, Dit. Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

DJaja, S., Wiryawan, Y., & Maisya, B. (2009). Tren Penyakit Penyebab Kematian Bayi dan Anak Balita di Indonesia Dalam Periode Tahun 1992-2007. Jurnal Ekologi Kesehatan Vol.8, No.4, Desember 2009 : 1100-1107.

Firdausi, K,, Saudi, Y., Sutikno, T. (2007). Deteksi API Real-time Dengan Metode Thresholding Rerata RGB. Jurnal Telkomnika, Vol.5, No.2, Agustus 2017 : 127-132.

Friaraiyatini, et al. (2006). Pengaruh Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Kejadian Malaria di Kabupaten Barito Selatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan.

Gandahusada, S. (1990). Fight Againts Malaria In Indonesia. The National Institute of Health Research and Development, Ministry of Health Republic Indonesia.

Hidajah, Atik C., Hari Basuki N., Ririh Yudhistira, Arif Hargono. (2006). Dinamika Penularan Malaria di Daerah Perbatasan. Surabaya : Penerbit Universitas Airlangga.

Mirontoneg, A.R. (2016). Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Pada Anak di Wilayah Kerja PKM Tona Kecamatan Tahuna Kabupaten Sangihe. Manado : Penerbit Universitas Sam Ratulangi.

Nofianti, T. (2014). Kejadian Malaria dan Status Gizi Balita di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 10 No.4 April 2014 : 180-190.

Rachmadhani, Dini., Widayani, P. (2014). Pemodelan Prediksi Kerawanan Penyakit Malaria Menggunakan Metode Ordinary Least Square (OL) di Sebagian Kabupaten Kulon Progo. Yogyakarta : Penerbit Universitas Gadja Mada.

Rejeki, D.W.S, Sari, R.A, & Nurhayati, N. (2014). Annual Parasite Incidence Malaria di Kabupaten Banyumas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol 9, No 2, November 2014 : 137-143.

Santoso, Budi. (2010). Prevalensi Malaria Klinis dan Positif Plasmodium spp. Berdasarkan Mass Blood Survey di Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Jurnal Aspirator Vol.2 No.1 Tahun 2010 : 04-10.

Setya, Faulah, et al. (1997). Prevalensi Malaria Pada Anak di Beberapa Sekolah Dasar Kecamatan Padang Cermin Lampung. Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia.

Sopi, Ira.I.P.B, & Patanduk, Y. (2015). Malaria Pada Anak di Bawah Umur Lima Tahun. Jurnal Vektor Penyakit Loka Litbang P2B2 Waikububak, Nusa Tenggara Timur : 65-71.

Sutarto, Cania E. (2017). Faktor Lingkungan, Perilaku dan Penyakit Malaria. Jurnal Agromed Unila Vol.4, No.1, Juni 2017 : 173-184.

Tarmidzi, M., Tjokrosonto, S., & Sudargo, T. (2007). Hubungan Antara Kejadian Malaria Dengan Status Gizi Balita. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat Vol.23 No.1, Maret 2007 : 41-46.

Tazkiah, M., Wahyuni, C.U., Martini, S. (2013). Determinan Epidemologi Kejadian BBLR Pada Daerah Endemis Malaria di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Berkala Epidemiologi Vol.1, No.2, September 2013 : 266-276.

Wardah, S., Iskandar. (2016). Analisis Penjualan Produk Keripik Pisang Kemasan Bungkus (Studi Kasus : Home Industry Arawana Food Tembilahan). Jurnal Teknik Industri Vol.11, No.3, September 2016 : 135-142.

WHO. (1997). Malaria In The South-East Asia Region. New Delhi.

Copyright (c) 2019 Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.